Kamis, 21 Mei 2015

Senandung Al Qur'an

Versi Bahasa Jawa
Allah Paringi Rahmat Qur’an
Dadosna Qur’an Cahaya Piturut Kaleresan
Allah Ilengna Kulo Sedaya Kang Luput
Paringono Ilmu Kang Miguno
Dadosno Qur’an Wewarah Kang Kulo Tresno
Ing Ndalu Lan Siang
Dadosna Qur’an Pepadang
Yaa Robbalalamin

Versi Bahasa Indonesia
Allah Turunkan Rahmat Qur’an
Jadikan Qur’an Cahaya Petunjuk Kebenaran
Allah Ingatkan Kami Semua Yang Kami Lalai Berikan
Ilmu Yang Bermanfaat
Jadikan Qur’an Bacaan Yang Kami Cinta
Di Malam Dan Siang
Jadikan Qur’an Penerang
Ya Rabbal Alamin

Versi Bahasa Ingris
Oh Allah Bes Us with Al Qur’an
Make Our Leader Our Live Our Guid And Blesing
Allah Remain Us Of wife We Forget And
Teach Us What We Don’t Know Of My
Beloved Allah
Do Al Qur’an us or reading All Nigth And All Day
All Night And All Day
Make Al Qur’an us Foundation
Yaa Robbal Alamin

Versi Bahasa Arab
Allahummar Hamna Bil Quran
Waj’alhu Lana Imaamau Wa Nuurau Wa Hudaw Wa Rahmah
Allahumma Dzakkirna Minhu Maa Nasiina
Wa ’Allimna Minhumaa Jahiilna
Warzuqna Tilaawatahu
Aana Al Laili Wa Athrofannahar
Waj’alhu Lana Hujjatan
Yaaa Rabbal ‘Alamiin


Selasa, 12 Mei 2015

Ceritaku Tentang AYAH

Karya: Adhibatul Mustaanah

Saat aku/ masih duduk/ disekolah dasar.
Engkau selalu merawatku/ dengan tanganmu yang kasar/ tapi terasa lembut.
Engkau selalu/ menyiapkan sarapan/ yang bagiku sangat membosankan.
Telur bebek goreng/ dan/ tempe goreng/ adalah menu sarapan/ yang selalu engkau hidangkan padaku.
Sering aku berkata /“Ayah!/ Aku bosan/ dengan sarapan/ yang selalu engkau hidangkan”

Beranjak dewasa/ aku merasa/ semakin jauh.
Aku mulai bisa/ menyiapkan/ keperluanku sendiri.
Aku mulai bisa/ menyelesaikan/ masalahku sendiri.
Dan akupun mulai sibuk/ dengan/ urusanku sendiri.

Aku mendekat/ hanya saat/ membutuhkan uang.
“ayah/ minta uang/ untuk beli buku”
“ayah/ minta uang/ untuk bayar SPP”
“ayah/ minta uang/ untuk jajan”
“ayah/ minta uang/ untuk jalan-jalan”
Aku hanya bisa bilang /ayah minta uang/ untuk ini dan itu.

Betapa/ nakalnya aku/ saat itu.
Betapa/ keras kepalanya/ aku saat itu.
Aku hanya bisa/ meminta,/ merengek,/ menangis.
Tanpa/ memperdulikan keadaan/ yang terjadi/ saat itu.
Ayah...
Engkau/ selalu /memanjakanku.
Engkau/ selalu/ mengabulkan semua/ permintaanku.
Engkau mencintaiku/ dalam diam
Engkau selalu/ mengerti akan hatiku/ saat yang lain/ tidak memahamiku.
Engkau adalah orang/ yang tidak pernah mengeluh/ dengan kenakalanku.
Engkau selalu/ mendoakan aku /pada setiap sujudmu.
Dan/ yang paling aku sesali/ tentang itu, aku menyadarinya/ saat engkau/ sudah meninggalkan aku.

Ayah / maafkan anak manjamu ini / yang selalu membuatmu/ tidak pernah berhenti / untuk berfikir /tentang tingkahku.
Maafkan aku ayah / karena aku baru menyadari / betapa engkau sangat menyayangiku / saat aku/ sudah tidak bisa membalas kasih sayangmu.

I miss you and i love you